Belakangan ini, kondisi negara kita semakin mengkhawatirkan. Jutaan buruh kehilangan pekerjaan akibat gelombang PHK massal, sementara pemerintah justru terlibat dalam praktik manipulasi bahan bakar. Tidak berhenti di situ, petani—yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan—juga menjadi korban penipuan dari perusahaan pemenang tender pupuk yang memalsukan produknya.
Jika keadaan ini terus dibiarkan tanpa tindakan tegas, bukan tidak mungkin negara yang kita cintai ini akan menuju kehancuran. Krisis ekonomi yang semakin dalam, pengangguran yang meningkat, dan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat akan menjadi bom waktu yang siap meledak.
Namun, apakah semuanya akan berakhir buruk? Tidak selalu. Sejarah menunjukkan bahwa bangsa ini telah melewati berbagai krisis, dan solusi selalu ada jika ada kemauan politik yang kuat serta kesadaran kolektif dari masyarakat. Transparansi, penegakan hukum yang tegas, serta keberpihakan pada kepentingan rakyat harus menjadi agenda utama jika kita ingin menyelamatkan negeri ini dari keterpurukan.
Jadi, akankah negara ini baik-baik saja atau hancur berantakan? Jawabannya ada di tangan kita semua—terutama di tangan mereka yang saat ini memegang kendali kekuasaan.