Pesan hidup ranteg jaya

 


Soma Candra ..Candra Soma

Merajut Makna Hidup di Tengah Perjalanan Waktu , sebuah amanat ranteng jaya bagi warga kampung sukalillah.
Hidup adalah perjalanan panjang yang penuh misteri, di mana setiap langkah adalah ujian, dan setiap keputusan adalah bekal menuju masa depan. Dalam dunia yang terus berubah, seringkali kita terlupa untuk berhenti sejenak, merenungi makna perjalanan ini.
Sebagai manusia, kita tidak hanya hidup untuk diri sendiri. Ada tanggung jawab yang melekat pada keberadaan kita—kepada Sang Pencipta, kepada sesama, dan kepada alam semesta. Dalam setiap napas yang dihembuskan, terkandung rahmat yang seringkali tak kita sadari. Namun, rahmat itu akan lenyap jika kita tidak menjaganya dengan rasa syukur dan tindakan nyata.
Amanat Ranteng Jaya: Pedoman Hidup Bermakna
Dalam menjalani kehidupan ini, ada pesan sakral yang perlu kita pegang erat. Amanat Ranteng Jaya mengajarkan kita untuk hidup dengan kebijaksanaan dan hati yang lapang:
1. Hidup Harus Besar Hati dan Senantiasa Memaafkan
Hidup tidak akan pernah lepas dari perbedaan dan konflik. Namun, besar hati adalah kunci untuk mengatasi semuanya. Maafkanlah kesalahan orang lain, karena memaafkan bukan hanya membebaskan mereka, tetapi juga membebaskan diri kita dari beban yang tidak perlu.
2. Jangan Menjadi Orang yang Membuat Orang Lain Memaklumi Kita karena Sering Salah
Jadilah pribadi yang bertanggung jawab atas setiap langkah dan keputusan. Jangan biarkan kebiasaan salah menjadi alasan bagi orang lain untuk terus memaklumi kita. Hidup adalah tentang belajar dan memperbaiki diri, bukan menumpuk alasan.
3. Jangan Hidup dengan Mengharap Pemberian
Kehidupan yang bermakna adalah kehidupan yang mandiri. Jangan jadikan tangan kita selalu menengadah, berharap pemberian dari orang lain. Sebaliknya, jadilah orang yang mampu berdiri tegak dengan usaha sendiri, penuh keyakinan bahwa setiap rezeki adalah hasil kerja keras dan rahmat Tuhan.
4. Hidup Harus Bisa Memberi
Kebahagiaan sejati terletak pada kemampuan memberi. Tidak harus berupa materi, sebuah senyuman, waktu, atau perhatian adalah pemberian yang bernilai. Hidup bukan tentang seberapa banyak yang kita kumpulkan, tetapi tentang seberapa banyak yang kita bagikan.
5.Berjalan dengan Keikhlasan
Ikhlas adalah seni tertinggi dalam menjalani hidup. Dalam ikhlas, ada penerimaan atas takdir yang ditetapkan, ada ketenangan di tengah badai kehidupan. Tapi ingat, ikhlas bukan berarti pasrah tanpa usaha. Ikhlas adalah bekerja dengan sepenuh hati, lalu menyerahkan hasilnya kepada Yang Maha Kuasa.
6.Menjaga Hubungan dengan Sesama
Hidup ini adalah jaringan yang saling terhubung. Jangan pernah merasa cukup dengan diri sendiri, sebab setiap insan adalah cerminan diri kita. Hormati orang tua, sayangi anak-anak, dan bantu sesama. Apa yang kita berikan kepada orang lain, sesungguhnya adalah investasi untuk diri kita di masa depan, baik di dunia maupun akhirat.